Base Course adalah jenis material batu hasil dari penghancuran dengan alat stone crusher (pemecah batu) hingga menjadi batuan kecil (krikil), fungsi dari base course itu sendiri yaitu untuk menjadikan permukaan media bangunan (pondasi, jalan dll) agar lebih padat dan tidak ada rongga pada permukaannya. Contoh dalam penggunaan batu basecourse yaitu untuk lapisan pertama pada pengaspalan jalan
Syarat-Syarat Batu Basecourse Untuk Infrastruktur Jalan Raya
Insfrastruktur jalan raya adalah salah satu fokus pembanguan di daerah-daerah Indonesia. Karenanya, kebutuhan akan material juga semakin meningkat. Salah satunya adalah batu basecourse, atau material batu untuk lapis pondasi atas. Untuk fungsi ini, batuan yang direkomendasikan adalah agregat yang kasar dan halus.
Fungsi Lapisan Pondasi Atas Atau Batu Basecourse
Dalam proses konstruksi jalan baik cor maupun aspal diperlukan adanya lapis pondasi atas. Dalam teknik sipil, mereka menyebutnya sebagai base course. Pemilihan material untuk batu basecourse sendiri harus memenuhi syarat tertentu. Hal ini tak lepas dari fungsi base course yang sangat krusial, meliputi :
- Salah satu bagian penting dalam struktur perkerasan jalan guna mendukung penyebaran beban kendaraan yang melintas di atasnya.
- Untuk meningkatkan efisiensi pemakaian material agar dapat mengurangi lapiasan lain. Hasilnya, budget proyeka akan lebih hemat biaya.
- Bantalan perkerasan yang bisa menahan gaya lintang dari roda dan kendaraan.
Dengan fungsinya ini maka syarat batu basecourse harus spesifik dan teruji. Penegrjaannya pun harus di bawah ahli yang profeisonal. Terlebih untuk jalan raya yang dilalui oleh kendaraan-kendaraan berat dan besar. Maka jalan cor ataupun aspal diharuskan memiliki perkerasan yang sempurna.
Syarat-Syarat Batu Basecourse
Sebagai lapis atas, batu basecourse terdiri dari fraksi agregat kasar yang tertahan pada ayakan ukuran 4,75 mm. agregat ini terdiri dari partikel-partikel yang keras dan awet sifatnya. Untuk jenis batu atau agregat yang sudah pecah dan dibasahi berulang kali kemudian dikeringkan, tidak disarankan untuk digunakan karena bisa mempengaruhi kualitas perkerasan jalan.
Agregat yang tertahan pada ayakan di atas juga harus bersih dari material atau bahan organik. Material lempung pun tidak boleh ikut serta dalam agregat sebagai lapis atas ini. Ketentuan gradasi nya harus sesuai standar guna mendapatkan perkerasan berkualitas.
Disarankan pula bahwa batu basecourse juga harus memiliki daya tahan agregat yang baik. Daya tahan yang dimaksud adalah ketahanan agregat terhadap adanya penurunan mutu. Kondisi ini bisa terjadi ketika ada proses mekanis dan kimiawi yang terjadi pada batu atau agregat.
Akibat dari proses tersebut, agregat bisa mengalami perubahan gradasi. Sedangkan kehancuran agregat juga mungkin terjadi. Penyebabnya ialah proses mekanis serta gaya-gaya yang mengenainya saat proses perkerasan dilakukan. Contohnya adalah proses penimbunan, penghamparan, dan pemadatan.
Sedangkan proses kimiawi yang terjadi dan berpengaruh pada agregat meliputi: kelembaban, panas, dan perubahan suhu yang tak menentu.