Batu Sirdam

Perpaduan dua material antara pasir dengan batu makadama ini akan menghasilkan pemadatan dan perataan pada komponen bangunan, contoh penggunaan bisa untuk pemadatan jalan, campuran beton dan lain sebagainya.

Istilah makadam mengacu pada pecahan batu kali yang dikenal sebagai bahan konstruksi yang utama dan baku. Material ini mudah ditemui di berbagai daerah di Indonesia. Salah satu fungsinya adalah untuk pengurukan dengan sifat batuannya runcing. Sifatnya yang mudah mengunci ini bisa dipakai dalam pemadatan jalan dan lahan yang kemudian dilapisi denan cor atau aspal.

Batu Sirdam Untuk Konstruksi Jalan

Batu sirdam termasuk agregat yang diperlukan dalam konstruksi jalan. Agregat batuan ini menjadi komponen utama dari lapisan perkerasan jalan dengan 90 hingga 95 persen agregat. Angka ini didasarkan pada berat atau 75 hingga 85 persen dari agregat jika didasarkan dari volume.

Sifat agregat sangat penting, khususnya dalam menentukan kualitas perkerasan jalan, meliputi:

Gradasi dan ukuran agregat maksium : hal ini penting dalam menentukan stabilitas perkerasan. Gradasinya menentukan besaran rongga antar butiran agregat. Dengan demikian, maka stabilitas akan turut berpengaruh begitu juga pada proses pelaksanaan perkerasan jalan.

Kadar lempung turut mempengaruhi kualitas : adanya lempung pada agregat batu sirdam bisa menguragi kualitasnya. Alasannya ialah lempung yang membungkus partikel agregat membuatnya tidak merekat sempurna pada aspal.

Selain itu, adanya lempung ini membuat luas yag harus dilapisi aspal menjadi bertambah sehingga memungkinkan terjadi stripping atau lepasnnya ikatan aaspal dan agregat.

Ketahanan agregat : batu sirdam yang baik akan memiliki ketahanan yang baik pula. Khususnya pada pengaruh mekanis maupun kimia. Selain itu, batu agregat ini juga harus memiliki daya tahan dari degradasi yang bisa timbul akibat proses pemadatan hingga pencampuran.

Bentuk agregat : bentuk batu agregat ini mempengaruhi stabilitas lapisan perkerasan. Karena agregat ini buatan alam, maka bentuknya tidak menentu. Ada yang berbentuk pipih, kubus, lonjong, hingga tak beraturan atau irregular.

Daya lekat agregat pada aspal : pecahan batu kali yang disebut batu sirdam bisa jadi material perkerasan jika daya lekatnya terhadap aspal bagus.

Berat jenis : yang dimaksud berat jenis adalah perbandingan antara berat volume agregat dengan volume air. Sebelum pekerjaan perkerasan dimulai, maka ditentukan dulu perbandingan berat guna mengetahui banyaknya prosi.